kulihat tubuhmu sudah semakin menua.
matamu isyaratkan ketegaran.
engkau slalu berteman dengan kesabaran.
naifnya aku.
kulukai hatimu dgn blati tajam dr mulutku.
aku mungkin tak tahu pengorbananmu.
aku bhkan tak peduli saat kau membohongi drimu sndiri untuku.
namun saat ini,
saat aku masih bisa lihatmu tertawa.
hanya satu yg kupinta.
kau sakskan aku berhasil di masa dtg
Senin, 04 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar